|
Written by Webmaster
|
|
Wednesday, 25 August 2010 06:34 |
|
Pada home education ada kebebasan untuk memilih materi, bisa memakai materi dari kurnas (kurikulum nasional) atau materi dari luar negeri dengan berbagai variasinya. Namun, ada kecenderungan untuk mengikuti pengalaman keluarga home education yang sudah senior. Misalnya saja jika ada keluarga home education yang sudah senior menggunakan materi dari kurikulum Cambridge, maka keluarga home education yang masih baru akan cenderung ikut menggunakannya, sebab sudah ada jaminan bahwa materi itu bagus dan baik untuk anak. Memang diperlukan referensi yang bisa dipercaya untuk pemilihan materi dan kurikulum. Keluarga home education di artikel ini memberikan gambaran tentang materi untuk belajar English yang mereka pakai, dan kedua materi ini umum dipakai oleh keluarga home education di Indonesia.
Simak saja : Antara Reading A-Z dan Scott Foresman |
|
Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 06:51 |
|
Written by Webmaster
|
|
Friday, 20 August 2010 07:09 |
|
Mengajarkan matematika bisa jadi hal yang agak rumit, sebab orang tua harus memahami apakah konsep yang diajarkan benar-benar bisa masuk dalam logika anak? Salah-salah anak hanya jadi penghafal rumus, bukan penerap matematika dalam kehidupan sehari-harinya. Tulisan di blog berikut ini bisa menjadi sebuah ide untuk mengajarkan logika berpikir matematika pada anak usia 5-8 tahun.
"Tapi tentu saja cara ini tidak mengembangkan pemahaman anak, kenapa jumlah yang tidak diketahui itu kalau dikurangi 15 kok jadi delapan? Kok bisa penjumlahan dipindah-pindah posisi seperti itu? Bagaimana kalau anak lupa dengan cara perpindahannya? Heheheee... kalau bicara tentang konsep memang sedikit ribet, tapi sekali anak memahami konsepnya, maka itu akan melekat seumur hidup dan dapat dengan mudah dia gunakan dan terapkan dalam berbagai praktek."
Untuk membaca silakan klik di sini |
|
Written by Maria Magdalena
|
|
Tuesday, 03 August 2010 17:33 |
|
Setelah mempelajari berbagai hal tentang home education, keluarga yang ingin menjalankan home education bisa mengadakan kesepakatan bersama bahwa akan menjalankan home education dan dengan demikian bersedia terlibat dan mengambil tanggung jawab sesuai kesepakatan. Jika kesepakatan itu telah ada, maka tahap teknis berikut bisa dilakukan :
|
|
Read more...
|
|
Written by Maria Magdalena
|
|
Tuesday, 20 July 2010 20:47 |
|
Beberapa hari ini kurasakan bahwa Pandu makin pro-aktif dalam belajarnya. Dia menentukan sendiri topik belajarnya, lalu cara mempelajari topik tersebut, dia juga menentukan peralatan yang dibutuhkan, seperti lem, jenis kertas, gunting, pensil warna, dsb.
Dari sini aku sudah melihat adanya kemandirian berpikir yang konseptual dan sistematik. Ketika seorang anak telah bisa menunjukkan kemampuan ini di usia mudanya, maka ini adalah hasil dari suatu pembiasaan dan encouragement yang mendukung kemampuan kecerdasannya.
|
|
Read more...
|
|
Written by Maria Magdalena
|
|
Wednesday, 14 July 2010 16:06 |
|
Dari mengetahui muncul pertanyaan, begitulah siklus pengetahuan. Dari mengetahui tentang apa itu home education, muncul pertanyaan tentang bagaimana kesehariannya? Artikel ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
Tidak seperti sekolah formal, home education tidak mempunyai patokan mengenai kegiatan keseharian, harus begini atau harus begitu. Semua itu sangat tergantung kondisi dan kebutuhan keluarga, termasuk gaya belajar anak.
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
|
Page 1 of 7 |