Support Group Home Education Indonesia

You are here:
  • narrow screen
  • wide screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Support Group Home Education Indonesia
Mengapa Pramuka Home Education? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 24 November 2014 11:41

Pertengahan bulan ini menjadi suatu titik transformasi pendidikan bagi anak saya. Yaitu ketika kami bertemu dengan pembina pramuka dari Kwarda Jawa Timur. Dulu, ketika saya pribadi mengikuti pramuka di sekolah, saya tidak paham tentang pramuka dengan baik, mungkin penyebabnya adalah karena cara mengedukasi yang dilakukan oleh para pembina atau gurunya.

Dulu saya memahami pramuka sebagai aktivitas yang sekedar outdoor, mempersiapkan diri supaya kalau tersesat bisa bertahan hidup dan mencari jalan keluar dengan mudah, juga bahasa sandi. Tapi kalau bahasa sandinya dipahami oleh orang banyak ya bukan bahasa sandi lagi dong.

Terus terang, menurut saya waktu itu, itu semua gak banyak gunanya. Toh saya tidak diajari cara mengenali tumbuhan yang bisa dimakan, cara membuat api dari bahan seadanya di hutan, atau cara melindungi diri dari binatang buas. Jadi ya percuma saja.. pelajaran “tersesat”nya tidak komplit.



Last Updated on Wednesday, 26 November 2014 08:48
Read more...
 
Mewujudkan Kemandirian Belajar PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 20 November 2014 14:09

Jika berbicara tentang pendidikan, target belajar usia SD adalah mandiri dalam belajar. Target ini beda dengan sekolah. Target SD untuk sekolah adalah lulus ujian, untuk meneruskan ke SMP. Ini tidak bisa dipungkiri, mengingat kondisi sekolah saat ini.

Namun, betapa beruntungnya kita yang ada dalam jalur pendidikan berbasis keluarga. Target kita bukanlah lulus dan mendapat ijazah. Tapi memunculkan kemandirian anak dalam belajar.

Klub Sinau - kemandirian belajar

Belajar diartikan sebagai memperoleh pengetahuan dan keahlian melalui pengalaman, pemikiran, atau pengajaran. Implikasinya, ketika anak mandiri dalam belajar, dia akan mandiri dalam memperoleh pengetahuan dan keahlian melalui pengalaman, pemikiran, atau pengajarannya pada diri sendiri. Dengan kata lain: secara otodidak.



Last Updated on Thursday, 20 November 2014 14:37
Read more...
 
Camping Pramuka Home Education 2: Lebih Seru Lebih Menantang PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 07 November 2014 10:25

Camping kedua ini lebih menantang daripada yang pertama. Kami mendirikan tenda sendiri dan menyiapkan makanan sendiri. Alamnya pun lebih alami dengan pohon-pohon yang lebih rimbun. Kondisi ini tidak dirasa berat oleh anak-anak, mereka sangat senang dan menikmati. Beberapa anak malah tidak mau pulang! Ada yang langsung ngambek ketika tendanya dibereskan. Usia anak pun beragam, ada yang masih 1 tahun, hingga 13 tahun. Sangat menyenangkan camping bersama keluarga pramuka Klub Sinau ini.

Bersama kami ada juga guru-guru sekolah formal yang ingin mempelajari camping ala keluarga homeschooling, mereka juga belajar bagaimana anak-anak homeschooling yang konon dianggap kurang bisa sosialisasi itu ternyata bisa bergaul lintas usia dalam kerja sama kelompok.

Keluarga-keluarga saling membantu mendirikan tenda

Keluarga-keluarga saling membantu mendirikan tenda

 

Anak-anak mengisi waktu dengan story telling oleh Adis

Anak-anak mengisi waktu dengan story telling oleh Adis

 

"Kotak ular" ini membuat anak-anak sangat penasaran, mereka sangat tertarik mengetahui isinya. Dan menunggu saat-saat dibukanya!

"Kotak ular" ini membuat anak-anak sangat penasaran, mereka sangat tertarik mengetahui isinya. Dan menunggu saat-saat dibukanya!

 

Sementara itu pramuka penggalang mempersiapkan biopori di dekat dapur umum.

Sementara itu pramuka yang lain mempersiapkan biopori di dekat dapur umum.

 

Biopori juga dibuat di dekat tempat cuci piring

Biopori juga dibuat di dekat tempat cuci piring

 

Deretan tenda, ada sekitar 20 tenda didirikan

Deretan tenda, ada sekitar 20 tenda didirikan

 

Jelajah alam sekitar perkemahan

Jelajah alam sekitar perkemahan

 

Suasana diskusi dengan guru-guru pembina pramuka se-Sidoarjo

Suasana diskusi dengan guru-guru pembina pramuka se-Sidoarjo

 

Penyalaan api unggun dengan menyebutkan Dasa Darma Pramuka

Penyalaan api unggun dengan menyebutkan Dasa Darma Pramuka

 

Menyalakan api unggun

Menyalakan api unggun

 

Pendekar Wushu home education

Pendekar Wushu home education

 

Jalan pagi, memungut sampah yang ditinggalkan manusia

Jalan pagi, memungut sampah yang ditinggalkan manusia

 

Setelah sarapan dan mandi, kami mulai aktivitas bersama lagi, membaur tanpa pandang usia

Setelah sarapan dan mandi, kami mulai aktivitas bersama lagi, membaur tanpa pandang usia

 

Pramuka Sia ber-flying fox

Pramuka Siaga ber-flying fox

 

Berlatih memasang tali prusik

Berlatih memasang tali prusik

 

Pramuka Penggalang mencoba prusik

Pramuka Penggalang mencoba prusik

Sampai jumpa di petualangan berikutnya. Salam Pramuka!



Last Updated on Friday, 07 November 2014 10:43
 
Homeschooling Dalam Masa Sulit PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 28 October 2014 16:38

Kadang guru sekolah tidak masuk kerena sakit atau ada urusan yang sangat mendesak dan penting untuk dilakukan. Pada waktu itu, akan ada guru pengganti atau siswa sekedar diberi penugasan belajar sendiri. Kondisi orangtua home education tidak jauh beda dengan ini. Kadang ada masanya orangtua mengalami sakit, sedang menghadapi pekerjaan yang sifatnya mendesak dan penting, atau tiba-tiba ada kejadian yang membuatnya tak bisa mendampingi anak belajar pada waktu yang seperti biasanya. Apa yang bisa dilakukan?

Anak belajar sendiri melalui online education games

Dengan begitu, orangtua bisa merelakan satu waktunya untuk tidak mendampingi anak. Misalnya, anak bisa diminta untuk belajar sendiri apapun caranya. Bisa juga dengan sejenak menyerahkan proses belajar anak pada orang lain yang bisa dipercaya, misalnya pada orangtua yang lain, atau kakek-nenek, atau bahkan tetangga yang bisa dipercaya. Anak tidak akan kehilangan proses belajarnya. Bukankah belajar bisa dengan siapa pun, dan dimana pun? Itulah belajar ala home education.

Pertama, perlu diingat bahwa home education beda dengan sekolah. Bedanya, tidak harus ada jadwal yang mengikat, tidak harus ada target harian yang harus dicapai, dan perbedaan percepatan belajar anak. Kesadaran akan perbedaan ini membuat orangtua mampu memaklumi bahwa tidak ada keharusan “hadir” dalam semua jadwal belajar anak. Namun juga tidak berarti anak bisa ditinggal terus tanpa pendampingan dalam waktu yang lama.

Jadi untuk orangtua yang baru ingin memulai home education tidak perlu kawatir untuk memulai home education hanya karena kemungkinan menghadapi situasi ini. Ada banyak jalan menuju pembelajaran, dan orangtua bukan satu-satunya sumber belajar. Tertunda belajar akademis 1 hari pun tidak apa-apa, anak-anak home education pasti bisa mengejar ketertinggalannya.



Last Updated on Tuesday, 28 October 2014 17:41
 
Kumpulan Twit Tentang Kurikulum Homeschool PDF Print E-mail
Written by Maria Magdalena   
Tuesday, 26 August 2014 09:55

Beberapa hari lalu ada kultwit tentang kurikulum homeschool dengan tagar #kurikulumhs dari twitter @invinitelearn. Berikut ini adalah kumpulan twitnya :

Keluarga hs memiliki kebebasan dalam memilih kurikulum atau tanpa kurikulum, sesuaikan saja dgn kondisi anak & keluarga.

Saya memilih kurikulum cambridge untuk anak saya, cocok setelah melihat materinya yang sesuai dengan beban anak, tidak overload.

Ada kurikulum nasional, cambridge, & kurikulum internasional lain yang bisa dipilih. Googling saja dengan: homeschool curriculum.

Lalu bagaimana jika ingin membuat kurikulum homeschool sendiri?

Tentukan bidang utama yang ingin jadi konsentrasi belajar. Lalu dilanjut dgn bidang lain sesuai bobot minat anak.

Misalnya: anak berminat pada aktivitas melukis, membaca, main bulutangkis. Tulis semuanya.

Selain bidang minat dan potensi, pelajaran akademis juga dimasukkan, seperti matematika, bahasa, science, dll. Tapi tetap prioritas minat.

Lalu perinci tiap bidang tsb dgn tahapan-tahapan kemampuan yang ingin dicapai. Tahapan darr yg paling mudah dicapai hingga yang paling sulit.

Berikutnya, rencanakan aktivitas yang bisa dilakukan untuk mencapai tiap tahapan tadi.

Buat perencanaan yang masuk akal dan bisa dilakukan. Kalau tidak akan sulit melakukannya dan target pun tidak bisa dicapai. Percuma saja.

Belajar harus tetap ada target: keberhasilan maupun waktu. Walau begitu target bisa diatur sesuai kecepatan belajar anak.

"Untuk apa kok pakai kurikulum?" Tentu keluarga homeschool bebas mau pakai kurikulum/tidak. Kurikulum itu alat bantu utk merencanakan belajar.

Kalau tanpa kurikulum belajar dilakukan sesuai kehendak anak. Orang tua tidak bisa set target apapun. Monggo...

Contoh pembelajaran anak kami yg murni child-directed adalah via #Minecraft belajar building sekaligus belajar share lewat pembuatan tutorial.

Sekian kumpulan twit tentang #kurikulumhs next lanjut dgn pembuatan jadwal #homeschool dengan tagar #jadwalhs.



 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 22

The Logo

Search

Get Update

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Login

Jika anda keluarga homeschooling, silakan register dan melakukan login untuk menikmati isi website Klub Sinau ini lebih lanjut



Tulisan Terkait

Yang sedang online

We have 4 guests online

Bookmark

Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
by: camp26.biz

Join our :

Facebook Share

Share on facebook

Google +1


By PLAVEB

Choose Your Language

Browse this website in:

Blog Home Education:

 


The Root of Learning

Daftar Klub Sinau Online :

Registrasi Online

Award :